SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

MBAH GOOGLE

Memuat...

Rabu, 09 Februari 2011

Novel Dalam Mihrab CInta The Romance

Sinopsis:




Cerita bermula dari sebuah senja di stasiun Pekalongan. Zizi (Zidna Ilma), seorang gadis yang tengah berduka karena baru mendengar kabar tentang kepergian selamanya ayahanda tercinta. Ia memasuki stasiun untuk naik kereta api yang akan membawanya pulang ke Kediri, tepatnya Pesantren Al Furqan, Pagu, Kediri. Zizi adalah putri ketiga dari Kiai Baejuri (pengasuh Pesantren Al Furqan) yang telah menyelesaikan studi menghafal Al Qur’an di Pesantren Manabi’ul Qur’an, Pakis Putih, Pekalongan.



[Suasana Stasiun Pekalongan: Jangan bandingkan dengan stasiun/metro di Moscow dalam novel “Bumi Cinta”. Orang Rusia membangun stasiun seperti membangun musium. Orang Indonesia membangun stasiun seperti membangun …. stasiun.]


Di sudut lain stasiun, tampak seorang pemuda gondrong, juga bermaksud ke Kediri untuk mondok. Pemuda itu bernama Syamsul Hadi, yang ingin membuktikan juga bisa menjadi seniman sejati seperti ulama-ulama salaf, seperti yang telah dipaparkan Sang Imam (Imam Masjid Agung Pekalongan).


[Masjid Agung Pekalongan]

Pertemuan Zizi dan Syamsul pun terjadi. Bahkan Syamsul menyelamatkan Zizi ketika ada seorang pencopet menyandra Zizi. Perkenalan mereka pun terjadi. Zizi sempat merekomendasi agar Syamsul mengunjungi empat pesantren besar di Kediri untuk kemudian memilih salah satunya sebagai tempatnya mondok. Salah satunya adalah Pesantren Al Furqan di mana Zizi tinggal.

[Syamsul dan Zizi, Dalam Mihrab Cinta: The Movie]

Sayangnya, ketiga pesantren yang telah Syamsul kunjungi tidak menyediakan program akselerasi alias percepatan dalam sistem pendidikannya. Syamsul menginginkan dapat melipat waktu dengan belajar ekstra, sehingga dapat mengejar ketertinggalan karena usia.

Pilihan terakhir adalah Pesantren Al Furqan. Ternyata pesantren tersebut juga menerapkan sistem pendidikan yang sama dengan tiga pesantren sebelumnya. Namun, pihak pesantren memberikan kesempatan pada Syamsul untuk membuktikan keseriusannya. Pertemuan Syamsul dan Zizi pun kembali terulang. Tapi Syamsul tak berlebih mengindahkannya . Syamsul lebih konsen pada studinya. Dengan bantuan Ayub, teman sekamarnya dari Banjarmasin, Syamsul terus belajar dengan tekun untuk mengejar ketertinggalannya. Hasilnya tak mengecewakan.

Sayangnya, Burhan, yang juga teman sekamar Syamsul, tidak suka melihat kemajuan yang Syamsul capai. Burhan melihat Syamsul sebagai saingan beratnya untuk mendapatkan hati Zizi. Pikiran culas Burhan berujung rencana fitnah keji untuk menjebak Syamsul. Syamsul pun terjebak dan dituduh mencuri dompet milik Burhan. Santri-santri mengeroyok Syamsul, lalu menggundulinya, dan berakhir pada dikeluarkannya dari pondok.

Pun dalam keluarga Syamsul sendiri, Syamsul tidak lagi dipercaya. Cap pencuri telah melekat dirinya. Syamsul lari dari rumah menuju Semarang. Ia coba mencopet. Tapi gagal. Masuk penjara. Dalam penjara itulah, Syamsul justru banyak mendapat “ilmu” tentang mencopet. Syamsul keluar penjara setelah Nadia, adik Syamsul, membayar tebusannya.

Syamsul menuju ke Jakarta. Kontrak sebuah rumah. Kali ini ia benar-benar menjadi pencopet.

Suatu hari, Syamsul mencopet dompet milik seorang gadis yang ternyata ia adalah pacar/tunangan dari Burhan. Syamsul berniat ingin memberitahu pada gadis tersebut (Silvie), bahwa Burhan bukanlah lelaki baik, bahkan Burhan telah bertunangan dengan gadis lain.

Syamsul mendatangi Villa Gracia Parung untuk menemui Silvie. Seorang satpam malah mengirannya seorang ustad yang akan mengajar mengaji Della, putri bungsu Pak Broto. Syamsul pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

[Syamsul dan Silvie, Dalam Mihrab Cinta: The Movie]

Lambat laut, Syamsul mulai diterima dan dikenal baik dalam perumahan mewah tersebut. Bahkan menjadi iman dan mengisi ceramah. Sementara Silvie sendiri juga memberi les privat pada Della.

Bagaimana nasib Silvie? Akankah gadis secantik Silvie, ce … ii … le … yang cantik Silvie atau Asmirandah ya … he2, akhirnya jatuh dalam perangkap lelaki tengik seperti Burhan? Apakah Syamsul akan mengakui siapakah dia sebenarnya? Bagaimana reaksi Silvie dan masyarakat setelah mengetahuinya kebenaran itu? Lalu bagaimana perjuangan Zizi meyakinkan kakaknya, Kiai Miftah, bahwa Syamsul tidaklah bersalah? Akankah perjumpaan Syamsul dan Zizi terulang kembali?

Fiuh …. Jika saya menjelaskan semuanya, itu sama saja menulis sebuah novel! Baca sendiri dong!

Review:

Percaya atau tidak. Membaca Roman ini layak dirampungkan dalam sekali duduk atau semalam saja. Itu karena DMC The Romance ini menyuguhkan cerita yang enak dan nyaman dibaca, hingga tak terasa tiba-tiba telah sampai di lembar terakhir. Bahkan sekalipun Anda telah menonton film-nya (Dalam Mihrab Cinta The Movie), Roman ini tetap terasa nikmat.

Paling tidak, ada 3 kebahagiaan yang saya rasakan dengan membaca Roman ini.

Kebahagiaan pertama. Setelah Kang Abik menghadirkan Bumi Cinta yang menampilkan kota Moskow lengkap dengan gemerlap kota dan riuh keindahannya, kini lewat DMC The Romance ini, Kang Abik kembali pada nuansa Indonesia. Bahagia rasanya dapat kembali menikmati tulisan khas Kang Abik yang masih original, alias tanpa banyak intrik, tanpa pula konflik berbalut spionase seperti pada novel dalam Bumi Cinta. Artinya, saya tak perlu mengeluarkan kecerdasan ekstra untuk memahami alur ceritanya. Maklum, otak orang Indonesia, suka mikir yang nyaman-nyaman, he2.

Kebahagiaan kedua. Kang Abik menciptakan tokoh yang berbeda. Tokoh utama yang tidak selalu berbuat baik dan beruntung.

Karena, tidak selamanya, orang yang berbuat baik selalu beruntung. Adakalanya orang baik juga tertimpa kemalangan. Yang mungkin dengan cara itulah, Allah menggemblengnya untuk meningkatkan derajatnya. Namun pada akhirnya, yakinlah bahwa kebaikan selalu berawal dari kebaikan. Begitu juga sebaliknya, keburukan melahirkan keburukan.

Yang terpenting, bukan berapa kali tertimpa kegagalan, tetapi bagaimana bangkit dari kegagalan itu. Caranya adalah dengan tetap memancarkan energi positive [+] dan tetap menyugesti apapun dengan kebaikan. Yeah, jadi filsuf dadakan nih.

Syamsul yang benar-benar menjadi pencopet setelah termakan fitnah ketika di pesantren (sugesti negatif). Lalu benar-benar menjadi ustad ketika masyarakat memberi kesempatan dan ruang untuk berbuat baik (sugesti positif).

Sehingga DMC The Romance seolah menjadi cerminan diri agar selalu berbuat baik. Dan tetap memancarkan energi positive [+] ke alam semesta. Faman ya’mal mitsqala dzarratin khairan yarah waman ya’mal mitsqala dzarratin syarran yarah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BAGIKAN